Showing posts with label Tsaqofah islam. Show all posts
Showing posts with label Tsaqofah islam. Show all posts

DEBAT ISLAM VS KRISTEN

Tuesday, November 8, 2011
READ MORE - DEBAT ISLAM VS KRISTEN

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Ta'rifat

Sunday, November 6, 2011
1.    Perseroan saham 
2.    syirkah
3.    Terorisme
4.    Puasa
5.    Ummatan wasathan
6.    Milik umum
7.    Tadlis
8.    Tilawah Al-qur'an
9.    Qira'ah Al- Qur'an
10.  Mushaf
11.  Wahyu
12.  Ajal
13.  Rezeki
14.  Hidayah
15.  Penjaminan
16.  Khusyuk
17.  Istiqamah
18.  Wara
19.  Zuhud
20.  Zakat
21.  khul'u
22.  Mufaraqah li al-hukam
23.
READ MORE - Ta'rifat

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

TOKOH PENEMU DAN ILMUWAN MUSLIM

Pada masa kepemimpinan islam dibawah naungan Khilafah Islamiyah dimana umat islam diseluruh dunia berada dalam satu kepemimpinan yang menjadikan islam dan syariahnya yaitu Qur'an dan Sunnah sebagai hukum yang diberlakukan sepenuhnya dalam menata kehidupan negara dan masyarakat,banyak muncul para pemikir dan cendikiawan muslim dalam berbagai bidang keilmuwan yang sampai saat ini karya mereka masih digunakan sebagai rujukan baik dikalangan kaum muslimin maupun non muslim. Meskipun kaum kafirin pada saat ini dan para boneka mereka dari sebagian kalangan muslim berusaha menutupi keagungan peradaban islam dan syariat  yang diembannya.namun sejarah dan dunia telah terlanjur mencatat mereka dan tidak dapat dihapus maupun di pungkiri. mereka itu adalah :

721 M  Jabir Ibnu Hayyan (Geber )
740 M  Al Asmai
780 M  Al Khawarizm (Algorizm)
787 M  Al Balkhi, Ja'far Bin Muahammas (Albumasar)
796 M  Al Farazi, Ibrahim bin Habib 
800 M  Al-Kindi
808 M  Hunain Bin Ishaq
815 M  Al Dinawari, Abu Hanifah Ahmad bin Dawud
836 M  Thabit bin Qurrah (Thebit)
838 M  Ali Bin Rabban At Tabari
852 M Abu Abdullah Al Battani (Al Bategni)
857 M  Ibnu Masawaih (Yuhanna)
858 M  Al-Battani
860 M  Al Farghani (Al Farganus)
870 M  Al Farabi
900 M Abu Hamid ,Al Ustrulabi
903 M  Al Sufi (Azophi)
908 M Thabit Bin Qurrah
912 M  Muhammad Bin Amyal, At Tamimi
923 M  Al Fadl bin Ahmad, A Nirizi
930 M  Ahmad Abuali, Ibnu Miskawayh
932 M  Ahmad Ath Thabari
950 M  Abu Al Qasim, Al Majatti
960 M  Abu Bakar, Ibnu Wahshiyh
973 M  Abu Raihan, Al Biruni
976 M  Ibnu Abil Ashath
983 M  Ikhwan As Safa (Assafa)
1019 M Al Hasib, Al Karji
1029 M Al Zarqali (Arzachel)
1044 M  Omar, Al Khayyam
1060 M  Ali Bin Ridwan Abu Hasan Ali
1077 M  Abu Al Qasim, Ibnu Abi Sadia
1090 M  Ibnu Zuhr (Avenzur)
1095 M  Muhammad Bin Yahya, Ibnu Bajah
1097 M  Diauddin, Ibnu Al Baitar (Bitar)
1099 M  Al Idrisi (Dresses)
1100 M   Ibnu Tufail Al Qaysi
1120 M   Husain bin Ali, Al Tuhrai'
1128 M   Ibnu Rushid (Averus)
1135 M    Musa, Ibnu Maymun (Maimonides)
1155 M    Abdur Rahman , Al Khazin
1162 M    Abdul Latif Muwafaq, Al Baghdadi
1165 M  Abul Abbas, Ibnu Rumiyyah (Annabati)
1173 M   Rasyid Al Din Al Suri
1184 M    Shihabud Din, Al Tifashi (Attifashi)
1201 M    Nasirudin, Al Tusi
1203 M   Muwaffaq Ad Din, Ibnu Abi Usaibi'ah
1204 M  Albitruji (Alpetragius)
1213 M   Ibnu Nafis Damshiq 
1236 M  Quthb Aldin , Al Shirazi
1248 M   Ibnu Baitar
1258 M    Azdi, Ibnu Banna Al Murrakishi
1273 M   Al Fida (Abdulfida)
1306 M    Ibnu Shatir Ad Damsyq
1329 M    Muhammad Bin Aidamir, Al Jildaki
1351 M   Abu Abbas Bin Tanbugha, Ibnu Majdi
1359 M     Shihabudin Bin Tanbugha, Ibnu Magdi 

READ MORE - TOKOH PENEMU DAN ILMUWAN MUSLIM

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer
Saturday, November 5, 2011
Cahaya Islam di Tengah Kegelapan Eropa PDF Print E-mail
Thursday, 03 November 2011 18:44
Masjid Jami’ Andalusia adalah saksi sejarah betapa besar kontribusi Islam pada bangsa Eropa. Ketika mereka hidup di Abad Kegelapan (Dark Age), Islam sampai ke Spanyol hingga Prancis. Di Spanyol, mereka melakukan apa yang telah dilakukan oleh Abu Ubaidah dan Khalid bin Walid, saat menaklukkan Suriah, di masa Khalifah Umar bin al-Khatthab. Berdasarkan instruksi Khalifah Umar, gereja di Damaskus dibagi menjadi dua, separuh untuk kaum Nasrani, separuh lagi untuk masjid kaum Muslim. Hal yang sama juga dilakukan oleh panglima kaum Muslim di Spanyol. Pada tahun 92 H/710 M, gereja terbesar di Cordoba, mereka bagi menjadi dua, separuh untuk kaum Kristen, dan separuh lagi untuk masjid.
Setelah jumlah kaum Muslim semakin banyak di Cordoba, maka masjid itu pun tidak muat, sehingga separuhnya lagi yang masih menjadi gereja, mereka beli. Bangunan lama Masjid Jami’ Cordoba dan gereja pun dihancurkan, lalu dibangun kembali menjadi Masjid Jami’ Cordoba yang baru dan lebih luas. Selama tiga tahun, masjid tersebut dibangun, dimulai tahun 168 H/784 M sampai 170 H/786 M. Amir Andalusia, Abdurrahman ad-Dakhil, penguasa yang membangun masjid jami’ tersebut hingga menjadi masjid yang sangat megah. Proyek itu kemudian diteruskan dan dimodernisasi oleh para penguasa setelahnya.
Masjid Jami’ Cordoba ini merupakan masjid terbesar di Spanyol yang bisa menampung 80.000 jamaah. Panjang masjid 175 m dan lebar 134 m. Tinggi masjid mencapai 20 m. Bentuk tiangnya melengkung. Masjid ini mempunyai 11 ruangan besar yang dipisahkan oleh lengkupan atap. Lebar ruangan kiblat mencapai 7 m dengan ketinggian 16 m. Kubah yang berukuran besar disangga 300 pilar marmer dan dikelilingi 19 kubah kecil serta menara setinggi 20 m.
Masjid ini tidak hanya berfungsi untuk ibadah tetapi juga menjadi pusat kajian ilmu pengetahuan, mahkamah dan kantor Amir Andalusia. Berbagai halqah ilmu pengetahuan dan satra diajarkan di sini. Ada halqah Hadits Nabi, yang dipimpin oleh ulama Ahli Hadits Abu Bakar bin Mu’awiyah al-Qursyi. Ada halqah sastra yang dipimpin oleh tamu Andalusia, Abu ‘Ali al-Qali. Ada halqah Nahwu dan Sharaf, yang dipimpin oleh Ibn al-Quthiyyah. Selain itu, berbagai ilmu pengetahuan alam, matematika, astronomi, kimia, geografi, logika dan sejarah sains diajarkan di sini. Di halaman sekitar masjid ini telah dibangun 27 madrasah, yang menampung fuqaha berikut muridnya sebanyak 4.000 orang. Mereka dibiayai oleh negara.
Masjid ini juga difungsikan sebagai mahkamah sehingga ketika itu dikenal Qadhi Masjid Jami’ Cordoba, sekaligus Qadhi Qudhat (Kepala Qadhi). Qadhi Cordoba juga dikenal kuat berpegang teguh pada kebenaran, menjaga hukum syariah, dan tidak takut kepada siapapun, termasuk Khalifah sekalipun. Ditemani oleh beberapa sekretaris, pengacara, polisi dan tukang cambuk. Pencurian, pembunuhan dan pelanggar kehormatan pun dihukum di masjid ini dengan disaksikan oleh khalayak ramai. Biasanya dilakukan seusai pelaksanaan shalat Jumat. Di sini, Amir Andalusia melakukan shalat jamaah, termasuk shalat Jumat. Di sini pula, berbagai kebijakan negara diumumkan kepada khalayak sehingga mereka mengetahuinya.
Masjid ini tetap dengan fungsinya hingga jatuh ke tangan kaum Kristen pada tahun 22 Syawal 633 H/29 Juni 1236 M, setelah selama 525 tahun menerangi Eropa, menyebarkan cahaya Islam di saat bangsa Eropa hidup dalam kegelapan pada abad pertengahan. Hingga kini masjid ini menjadi saksi sejarah keemasan Islam di Eropa, meski telah diubah fungsinya sebagai gereja dengan nama La Mezquita, dari Mosque (bahasa Inggris: Masjid).[Media Umat.com]har
READ MORE -

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam

Friday, November 4, 2011
voice 0f islam

Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam

(voa-islam) – Sebuah pesan pendek tersebar tentang kabar masuk Islamnya Sunita Williams, astronot wanita India pertama yang pergi kebulan pada 2 Juli 2007 lalu.  Berita menghebohkan ini bukanlah yang pertama, sebelumnya astronot asal Amerika Serikat Neil Armstrong juga menyatakan dirinya masuk Islam sekembali dari bulan. Apakah ini berita bohong? Yang pasti pihak Kristiani tidak suka dengan pemberitaan ini. Lalu disebarlah kabar, bahwa ini berita bohong.
Perlu diketahui, Sunita Williams adalah seorang astronot kelahiran Ohio 19 September 1965 dari orang tua berketurunan India-Slovenia. Menikah dengan Michael J. William, seorang Polisi Federal di Oregon, USA. Sebagai astronot pertama India, dia memegang rekor perjalanan luar angkasa untuk wanita: berada diluar angkasa terlama (195 hari), dan berjalan diluar angkasa (29 jam, 17 menit).
Dalam perjalanannya ke bulan, Sunita William melihat fenomena yang aneh saat pandangannya menuju ke bumi. Ketika bagian bumi lainnya nampak gelap, ternyata ada sebagian kecil bumi yang nampak terang yaitu Makkah dan Madinah.
Sunita  mengatakan, dari atas seluruh permukaan bumi diselimuti kegelapan, namun betapa terkejutnya ketika dengan bantuan teleskop ada dua tempat yang sangat berbeda, yaitu Makkah dan Madinah. Kedua tempat itu nampak terang dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya dibelahan bumi. Masya Allah, Allah Maha Besar.
Selain itu, fenomena lain yang ditangkapnya adalah ketika gelombang suara dari bumi tidak mampu merambah luar angkasa, dia ternyata bisa menangkap suara Adzan. Apakah ini suatu keanehan, atau merupakan suatu jalan dari Allah untuk menunjukkan sisi-sisi kebenaran kepada sang Astronout? Dikabarkan setelah peristiwa ini, Sunita Williams memeluk agama Islam.

Menjadi Polemik
Menengok kebelakang, pada tahun 1870, Neil Amstrong mendarat di bulan. Dikabarkan, saat mendarat di bulan, dia mendengar suara yang dia tidak mengerti suara apakah itu. Setelah 12 tahun kemudian, Neil diundang seminar di Universitas Kairo, Mesir.
Di saat dia menyampaikan makalahnya, saat adzan berkumandang menunjukkan waktu shalat, moderator menghentikan presentasinya untuk mendengarkan adzan. Dan Neil berseru, “Ini dia suara yang pertama kali aku dengar saat mendarat di bulan.” Setelah itu, Neil Amstrong menemui salah satu profesor di universitas itu. Dia ingin tahu banyak tentang Islam. Dan setelah itu, dia menjadi muallaf.
Pemberitaan masuk Islamnya Neil Armstrong dan Sunita William belakangan menjadi polemik di kalangan masyarakat. Seorang muallaf asal Australia Gene Netto dalam sebuah blog pribadinya mengatakan, “Teman-teman, saudara sesama muslim, saya mohon jangan di bahas tentang Neil Amrstrong ke bulan lalu mendengar Adzan. Karena dalam beberapa situs berbahasa Inggris (yang mereview dunia Islam), kita dianggap bodoh, mereka mengangap kebodohan dunia Islam karena tidak mau menerima kenyataan ‘American Kafir’ yang pertama menginjakan kakinya di bulan pertama kali, bukan orang muslim.”
Situs atau blog yang membahas Neil Armstrong menjadi muslim adalah situs-situs di Asia Tenggara (Maroko, Filipina, Indonesia, Malaysia).  Barat menganggap, negara-negara disini memiliki pendidikan yang rendah. Pernah kejadian saat Neil Armstrong ke Malaysia dan ditanyakan hal itu. Ia heran, apakah hal seperti ini perlu dikonfirmasikan ke Neil Armstrong sendiri, karena Neil sendiri tidak pernah ke Makkah untuk melaksanakan ibadah Haji. Dan jika dijawab, ia tidak pernah mendengar adzan, maka si penanya muslim yang kecewa dan tidak percaya  dianggap kebodohan. Neil memang pernah ke Mesir, tapi tidak untuk naik haji ke Makkah.
Dikatakan Gene Netto, umat muslim tidak perlu seorang Neil Armstrong untuk meyakinkan dirinya bahwa agama Islam yang dianutnya adalah benar. Jika anda menyakini agama benar, maka yakinilah bahwa hal itu benar. Muslim dianggap menggunakan nama besar Neil Armstrong untuk membenarkan agamanya.
“Masa kita dikatakan kurang meyakini agama kita sendiri sehingga perlu nama-nama besar dari dunia barat. Percayalah, nama Rasullullah sudah cukup besar buat kita dan dunia. Umat kita sendiri yang akhirnya menjadi bahan tertawaan, cukup sudah,” kata Gene yang telah memeluk Islam dan tinggal di Jakarta.
Dikatakan Gene Netto, Neil Armstrong merasa terganggu, bahkan ia menyatakan ia tidak masuk Islam dan ketika ia diundang sebagai pembicara dalam kegiatan Islam ia juga tidak mau (ia menolak secara halus karena tidak ingin menyinggung perasaan umat muslim), tetapi ia menyatakan tidak ingin berpartisipasi dalam kegiatan Islam. Dalam web Islam malah dikatakan Neil Armstrong tidak mau mengakui, karena ia telah dicuci otaknya di Assylum (RSJ).
Satu hal lagi yang menjadi bahan tertawaan dunia barat adalah pemberitaan Neil Armstrong menyusuri retakan di bulan yang cocok dengan cerita bahwa suatu saat nanti bulan akan terbelah dua, ditertawakan juga, karena diameter bulan itu sangatlah besar, mana mungkin ia punya waktu untuk menyusurinya. Mendengar adzan juga dikatakan ilmuwan Barat tidak mungkin karena tidak ada udara di bulan sana.
Dalam beberapa jurnal barat dikatakan, umat muslim memerlukan nama-nama besar atau cerita palsu untuk menambah keyakinannya diantaranya: Jaques Cousteau, Michael Jackson, Maurice Bucaille, King Offa of England
Terlepas benar atau tidaknya Sunita William atau Neil Armstrong masuk Islam sepulang dari bulan, kita berharap Allah Swt memberi hidayah kepadanya. Bagaimanapun para missionaris (Nasrani) tidak suka dengan pemberitaan ini. Padahal jika Allah menghendaki, ihwal terdengarnya suara azan di bulan, hal itu bukanlah mustahil. Bisa saja terjadi. Satu hal, media Barat tidak akan pernah memberitakan hal-hal yang dianggap bisa mengguncangkan iman umat Kristiani, bukan hanya di AS, tapi juga d dunia. Karena itu mereka meredamnya. Wallohu'alam. (Desastian)
READ MORE - Barat Tidak Senang Pemberitaan Astronot AS Itu Masuk Islam

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer